NAHKODA YANG KEHILANGAN HALUAN
الحمد لله الذي خلق الجنة و النار، و خلق لكل واحدة منهما أهلا وأصحابا، وجعل الجنة دار أوليائه، والناردار أعدائه. والصلاة والسلام على خاتم رسله، وأشرف خلقه، الذي جاء إلى الجنة داعيا، و في نعيمها مرغبا، ومن النار وعذابها مخوفا ومحذرا ومرهبا.
وأصلي وأسلم على آل الرسول وصحبه وتابعيهم بإحسان، الذين أعدوا للأمر عدته، وأخذوا له أهبته، فأسهروا ليلهم يصلون، ويستغفرون، ويناجون الله، ويرتلون كتابه، وأظمؤوا نهارهم تقربا إلى الله بالصيام، لأنهم علموا أن الأمر جد، ولا نجاة من النار، ولا فوز بالحنة إلا بالتشمير عن ساعد الجد، وبعد:
Ya ma'syarol muslimin, Rohimani wa rohimakumulloh.
Bagi seorang muslim, tiada cita-cita yang lebih tinggi nan mulia sepangjang hidupnya, daripada dimasukkan kedalam surga Alloh yang penuh dengan berbagai kenikmatan nan abadi. Akan tetapi ironisnya, terkadang lisan perbuatan kita berbicara lain, dan amal perbuatan kita justeru menggiring kita menuju neraka-Nya, bahkan tercegah memasuki surga-Nya. Maka dari itu, perlu kiranya pada kesempatan yang berbahagia ini, kita pertajam perhatian kita, dan kita asah pengetahuan agama kita, agar bisa lebih waspada dan cermat dalam memilih perbuatan yang hendak kita lakukan. Rosululloh pernah bersabda:
ثلاثة قد حرم الله عليهم الجنة : مدمن الخمر و العاق و الديوث الذي يقر في أهله الخبث
Tiga jenis manusia yang telah Alloh haramkan surga bagi mereka, (yaitu): Pecandu khomer, Orang yang durhaka kepada orangtuanya, dan Ad-Daiyuuts (yakni) kepala rumah tangga yang menyetujui keburukan yang ada dalam keluarganya. HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani dalam shohihul jami' (3052).
Dalam hadits yang mulia ini, Rosululloh memberitakan bahwa Alloh dengan tegas mengharamkan surga atas tiga golongan manusia, diantaranya adalah Ad-Daiyuuts (yakni) kepala rumah tangga yang menyetujui keburukan yang ada dalam keluarganya, khususnya keburukan yang mengarah kepada perzinaan, semisal pergaulan bebas, mengumbar aurot, percampuran lelaki beserta wanita yang bukan mahramnya dan yang semisalnya. Inilah inti pembahasan kita pada kesempatan yang berbahagia ini. Bahkan sebelum itu di hari kiamat, Alloh tidak berkenan melihat mereka, sebagaimana sabda Nabi-Nya:
ثلاثة لا ينظر الله إليهم يوم القيامة : العاق لوالديه و المرأة المترجلة المتشبهة بالرجال و الديوث
Tiga jenis manusia yang Alloh (tidak berkenan) melihat mereka, (yaitu): Orang yang durhaka kepada orangtuanya, wanita yang bergaya seperti lelaki dan menyerupainya, serta Ad-Daiyuuts. HR. Ahmad, an-Nasaa'I dan al-Hakim, serta dishohihkan al-Albani dalam shohihul jami' (3071).
Ya ma'syarol muslimin, Rohimani wa rohimakumulloh.
Betapa, dalam dua hadits yang mulia tadi, tampak jelas bahwa seorang kepala rumah tangga beresiko besar terhalang memasuki surga-Nya bahkan di saat yang begitu mencekam, pada hari kiamat tidak dihiraukan Robb-nya. Hal ini berakar pada prinsip yang disampaikan Rosululloh:
كل مولود يولد على الفطرة فأبواه يهودانه أو ينصرانه أو يمجسانه
Setiap yang terlahir, dilahirkan dalam keadaan fithroh, maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya seorang yahudi, nasrani atau majusi. HR. al-Bukhori dan Muslim
Begitulah kedua orangtua, terutama kepala rumah tangga sangat berperan dalam membentuk kepribadian anak, baik dalam hal aqidah, ibadah maupun akhlaq. Dengan demikian termasuk kesalahan besar seorang kepala rumah tangga, apabila membiarkan istri dan anak perempuannya mengumbar aurot di jalan-jalan, baik membiarkan mereka tidak mengenakan jilbab, atau berjilbab tapi busananya sempit dan ketat membentuk lekukan tubuh, menjadikan kaum lelaki terpesona dan tergoda, serta membumbungkan angan-angan, atau berbusana longgar tapi sangat tipis, sehingga terlihat warna kulitnya dan apa yang ada dibalik busananya, sehingga tetap menimbulkan fitnah bagi kaum lelaki, na'uudzubillah min dzalik. Padahal Rosululloh memberitakan:
صنفان من أهل النار لم أرهما بعد : ... و نساء كاسيات عاريات مميلات مائلات رءوسهن كأسنمة البخت المائلة لا يدخلن الجنة و لا يجدن ريحها و إن ريحها ليوجد من مسيرة كذا و كذا
Dua jenis manusia yang termasuk penduduk neraka dan belum pernah kulihat, (diantaranya) : …., dan kaum wanita berbusana, akan tetapi telanjang, berjalan dengan berlenggak lenggok sambil memiringkan pundaknya serta menambahkan sesuatu pada kepala mereka agar menarik perhatian, (manusia jenis ini) tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya bisa didapati pada jarak sekian dan sekian. HR. Ahmad dan Muslim.
Apakah para kepala rumah tangga kaum muslimin merasa rela, bahwa istri tercinta mereka, anak-anak perempuan tersayang mereka, menjadi penghuni neraka, terpisah darinya, bahkan bau surga pun tidak bisa mereka cium??
Apakah beruntung?? Ketika seorang kepala rumah tangga yang menyia-nyiakan ladang amal terdekatnya, bahkan sebaliknya terkadang lebih parah, kepala rumah tangga menganjurkan keluarga untuk membuka aurot dan bersolek didepan para lelaki yang bukan mahramnya, layaknya para pezina yang menjajakan barang dagangannya. na'uudzubillah min dzalik.
Apakah mereka tidak pernah mendengar sabda Nabi mereka yang mulia:
من دعا إلى هدى كان له من الأجر مثل أجور من تبعه لا ينقص ذلك من أجورهم شيئا و من دعا إلى ضلالة كان عليه من الإثم مثل آثام من تبعه لا ينقص ذلك من آثامهم شيئا
Barangsiapa yang mengajak untuk mengikuti petunjuk Alloh, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi jatah pahala pengikutnya sedikitpun. Dan Barangsiapa yang mengajak untuk mengikuti kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi jatah dosa pengikutnya sedikitpun. HR. Ahmad, serta dishohihkan al-Albani dalam shohihul jami' (6234).
Setiap kebaikan yang kita ajarkan, termasuk kepada anak kita, maka pahalanya akan berlipatganda sebanding dengan jumlah orang yang mengikuti ajaran kebaikan tersebut, serta sebalik, setiap keburukan yang kita ajarkan, maka dosanya akan berlipatganda sebanding dengan jumlah orang yang mengikuti ajaran keburukan tersebut. Maka, manakah yang kita pilih? Bergegas mengajarkan kebaikan, ataukah justeru tanpa sadar menyesatkan anak-anak kita? Anak-anak kitalah yang bakal menjadi tumpuan harapan kita setelah kita dipanggil oleh-Nya, sebgaimana penjelasan Nabi kita:
إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث : صدقة جارية أو علم ينتفع به أو ولد صالح يدعو له
Apabila anak Adam wafat maka terputuslah amal perbuatannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak sholeh yang mendoakannya. HR. Muslim dan Abu Daud
Tanpa pembinaan yang baik, maka seorang anak tidak akan menjadi sholeh, siapa menanam dialah yang bakal memanen. Sungguh merugi orang tua atau kepala rumah tangga yang mneyia-nyiakan keturunannya tanpa arahan dan bimbingan, sehingga jauh menyimpang dari ajaran Islam, tidak mengenal cara berbakti kepada kedua orang tuanya, sebaliknya lebih dekat dan terbiasa dalam kemaksiatan dan menambah dosa, bahkan menjadi aib kedua orang tuanya baik tatkala hidup maupun setelah meninggal dunia keduanya.
Semoga kita dijadikan termasuk golongan orang tua yang gemar membimbing anak-anak kita, terutama anak perempuan kita, sehingga bisa menikmati keindahan hasilnya di hari tua, bahkan sepeninggal kita. Amin.
أقول قولي هذا، فأستغفر الله لي ولكم ولسائر المسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات، إنه سميع قريب مجيب الدعوات
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله حمدا كثيرا مباركا فيه، والصلاة والسلام على سيد الأنبياء و رسله، وأقرب عباده، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Ya ma'syarol muslimin, Rohimani wa rohimakumulloh.
Wahai segenap orang tua, terutama kepala rumah tangga! Diantara perkara yang paling berpengaruh terhadap anak kita diluar lingkungan keluarga, adalah teman, maka perhatikanlah siapakah teman anak kita, sebagaimana telah Rosululloh peringatkan dalam sabdanya:
إنما مثل الجليس الصالح و جليس السوء كحامل المسك و نافخ الكير فحامل المسك إما أن يحذيك و إما أن تبتاع منه و إما أن تجد منه ريحا طيبة و نافخ الكير إما أن يحرق ثيابك و إما أن تجد ريحا خبيثة
Sungguh permisalan teman duduk yang baik dan yang buruk, adalah seperti penjual minyak wangi dan tukang pandai besi. Adapun (jika berteman duduk dengan-pen.) penjual minyak wangi, maka mungkin kamu diberi minyak wangi, atau kamu membeli darinya, atau (minimal-pen.) kamu mencium bau wanginya. Adapun (jika berteman duduk dengan-pen.) tukang pandai besi, bisa jadi bajumu terbakar atau kamu mencium bau yang tidak sedap darinya. HR. Al-Baihaqi, serta dishohihkan al-Albani dalam shohihul jami' (2367).
Betapa banyak anak-anak yang terlahir di lingkungan keluarga baik-baik, terbiasa dengan berbagai perangai yang baik, terdidik untuk taat terhadap agama Islam dan menujunjung nilai-nilai moral yang terkandung didalamnya, akan tetapi berubah seratus delapan puluh derajat, setelah mengenal dunia luar dan salah memilih teman. Maka pembinaan anak dimulai dari lingkungan keluarga dan terus kita pantau perkembangannya di lingkungan luar, supaya benar-benar bisa kita panen hasilnya di hari tua dan berlanjut sampai setelah kita dipanggil oleh-Nya.
Wahai segenap orang tua, terutama kepala rumah tangga! Maka dari itu, jangan pernah cuek dan diam terhadap kemungkaran didalam rumah anda, jangan pernah berputus asa dalam memimpin anggota keluar, dan sekali lagi jangan lupa berdoa kebaikan untuk mereka, karena doa merupakan senjata ampuh seorang yang beriman.
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد وبارك على محمد وعلى آل محمد كما صليت وباركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد
ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّاب
ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار
abu Bilqis



0 komentar:
Posting Komentar